Connect with us

    NEWS

    Ada Ridwan Kamil, Kenapa Golkar Malah Pilih Gibran Rakabuming?

    Published

    on

    Gibran Rakabuming

    IndoJurnal – Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan langkah politik Golkar yang mencalonkan Gibran Rakabuming sebagai cawapres mendampingi Prabowo menjadi sesuatu yang paradoks.

    Hal ini mengingat Golkar lebih mementingkan kader partai lain dibandingkan kadernya sendiri.

    “Pada saat kader Golkar Ridwan Kamil masuk sebagai salah satu cawapresnya Ganjar Pranowo, petinggi Golkar justru mengambil sikap kontra dibandingkan pro,” kata Ahmad Atang di Kupang pada Minggu (22/10/2023).

    Golkar secara resmi melalui Rapimnas telah memutuskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

    Sikap politik partai Golkar bukan sesuatu yang mengagetkan karena wacana ini sudah dibaca publik sejak lama.

    Advertisement

    Hal ini dapat difahami mengingat Koalisi Indonesia Maju sejak awal di desain untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, maka partai koalisi seperti PAN, Golkar, PBB dan Gelora tetap satu suara mendukung pasangan ini.

    Sementara Demokrat sebagai pendatang baru tentu mengikuti irama yang sama, kata Ahmad Atang yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Kupang itu.

    Dia mengatakan dalam sejarah pilpres, Golkar selalu menjadi partai pendukung dan bukan menjadi partai pengusung. Kader-kader Golkar selalu kalah populer dengan kader partai lain sehingga sikap politik mendukung figur dari partai lain.

    Walaupun Golkar pernah menjadi partai pengusung Wiranto dan Yusuf Kalla namun hanya berhenti pada kedua figur tersebut dan tidak ada kelanjutannya, katanya.

    Dia menambahkan pilihan politik ini akan beresiko terhadap elektabilitas Golkar pada pemilu mendatang.

    Advertisement

    Hal ini perlu diwaspadai karena antara pemilu dan pilpres berlangsung pada momentum yang sama, katanya.

    PDI Perjuangan Belum Terima Surat Pengunduran Diri Gibran Rakabuming

    Sementara itu Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pengunduran diri dari Gibran Rakabuming yang direkomendasikan Golkar menjadi cawapres Prabowo Subianto.

    “Tidak ada sama sekali (surat pengunduran diri Gibran),” kata Puan usai mengikuti upacara Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (22/10/2023).

    Puan pun menyikapi santai keputusan Partai Golkar yang mendukung Gibran itu menjadi pendamping Prabowo di Pilpres 2024. Menurut dia, apa yang disampaikan Partai Golkar baru sekadar usulan dan belum tentu terealisasi.

    “Baru diusulkan (Gibran jadi Cawapres Prabowo). Kan belum (ada pengumuman pasti Gibran jadi Cawapres Prabowo)” ujarnya.

    Terkait jawaban Gibran yang menyatakan akan menindaklanjuti keputusan Golkar yang mencalonkan dirinya sebagai cawapres pendamping Prabowo, Puan menanggapinya dengan pertanyaan apakah Wali Kota Solo itu sudah berkoordinasi dengan DPP PDI Perjuangan atau belum.

    Advertisement

    “Dia sudah koordinasi belum? Tanya dulu ke Mas Gibran apa sudah berkoordinasi atau belum? Saya tidak tahu,” kata Puan.

    Wanita yang juga Ketua DPR RI itu mengaku sering bertemu dengan Gibran. Namun dalam pertemuan tersebut tidak membahas rencana Gibran maju pada kontestasi Pilpres 2024, melainkan membahas hal-hal penting lainnya.

    Baca Berita IndoJurnal di Google News

    Trending