Connect with us

    Politik

    Apa Itu Pengertiaan FOMO? Penyebab dan Cara Penanganannya

    Published

    on

    Apa itu Fomo

    IndoJurnal – Apa itu fomo? Istilah satu ini tentu pernah kamu dengar beberapa waktu terakhir. Fomo merupakan suatu singkatan dari “Fear of Missing Out“. Istilah ini sering muncul dalam konteks media sosial, ketika seseorang melihat unggahan, foto, atau cerita tentang kegiatan atau peristiwa yang sedang terjadi dan merasa cemas atau sedih karena tidak bisa ikut serta.

    Sayangnya, ketakutan akan tertinggal atau melewatkan suatu hal dapat memiliki efek negatif pada kesehatan mental, seperti cemas berlebihan hingga depresi. Lalu, apa yang menjadi penyebab munculnya fomo pada seseorang dan bagaimana mengatasinya?

    Apa itu fomo?

    Seseorang yang mengalami fomo sering kali merasa wajib untuk mengikuti tren atau menjadi bagian dari apa yang terasa “keren” atau “populer”. Dalam konteks yang lebih luas, fomo juga dapat merujuk pada ketakutan seseorang untuk melewatkan kesempatan hidup atau merasa tidak memanfaatkan waktu mereka secara optimal. 

    Perasaan ini dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kegiatan sosial, pekerjaan, atau keputusan dalam membeli barang Bahkan, fomo juga dapat memengaruhi kesejahteraan emosional seseorang. 

    Penyebab fomo

    Jadi, kamu sudah mengetahui apa itu fomo. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini? Berikut beberapa di antaranya: 

    Advertisement
    • Media sosial. Aktivitas media sosial seperti melihat postingan dan foto dari orang lain bisa memicu perasaan tersebut ketika melihat orang lain terlibat dalam kegiatan menarik.
    • Perbandingan sosial. Membandingkan diri dengan orang lain yang terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan atau mencapai prestasi dapat membuat seseorang merasa tidak puas dengan hidup sendiri.
    • Tekanan budaya. Budaya yang menekankan pentingnya kesuksesan, popularitas, dan kehidupan sosial yang sibuk dapat menimbulkan tekanan untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan demi mendapatkan validasi sosial.
    • Rasa kehilangan. Rasa takut untuk melewatkan peluang hidup atau pengalaman dapat membuat seseorang cemas dan khawatir bahwa mereka akan kehilangan momen berharga.
    BACA JUGA :  6 Proses Transisi dari PAUD ke SD, Orang Tua Wajib Mengerti

    Penting untuk kamu ketahui bahwa faktor penyebabnya dapat bervariasi pada setiap individu. Setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap pengaruh ini, dan sangat penting untuk mengenali apa yang memicu perasaan fomo pada diri sendiri.

    Dampak fomo pada kesehatan mental

    Apa itu fomo yang tinggi pada seseorang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan mentalnya. Menurut WebMD, ada beberapa efek dari kesehatan mental tersebut, seperti:

    • Mudah mengalami perubahan suasana hati, kecemasan yang berkelanjutan serta neurotisisme yang merupakan kumpulan emosi negatif yang terus-menerus.
    • Adanya perasaan tidak puas terhadap hidup mereka sendiri dan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial yang lebih intim.
    • Timbu perasaan tidak puas dengan kebutuhan psikologis pribadi, seperti kebutuhan untuk merasa dekat dengan orang lain.
    • Meningkatnya kecenderungan untuk menggunakan minuman beralkohol sebagai mekanisme koping atau penghiburan.
    • Ketergantungan pada persetujuan orang lain yang terus-menerus.
    BACA JUGA :  5 Vitamin ini Jadi Cara Mengatasi Rambut Rontok yang Ampuh
    Baca Juga: 5 Rekomendasi Dekorasi untuk Ubah Kamar Menjadi Aesthetic

    Penanganan fomo

    Dengan memahami apa itu fomo, penyebabnya, dan dampaknya pada kesehatan mental, tentu kondisi ini perlu mendapatkan penanganan. Berikut beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mengurangi efek samping Fomo:

    • Meningkatkan kesadaran diri akan kehadiran fomo dalam hidup dan identifikasi situasi yang memicu perasaan tersebut.
    • Membatasi penggunaan media sosial. Hindari membandingkan apapun yang merugikan dengan orang lain.
    • Fokus pada kebutuhan pribadi dengan mengenali dan memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis sendiri. Prioritaskan kegiatan yang memberikan kepuasan dan meningkatkan kesejahteraan pribadi.
    • Mencari keseimbangan dalam keterlibatan sosial dengan memilih kegiatan sosial yang benar-benar penting dan bermakna.
    • Kembangkan rasa percaya diri. Fokus pada pencapaian dan kebahagiaan pribadi tanpa harus membandingkan dengan orang lain.
    • Temukan kegiatan yang mampu memuaskan emosi atau perasaan, seperti mencari hobi atau kegiatan yang meningkatkan koneksi sosial yang positif.
    • Mencari dukungan dengan berkomunikasi pada orang terdekat, teman, atau ahli kesehatan mental jika perasaan tersebut terus mengganggu.

    Itu tadi ulasan mengenai apa itu fomo, penyebab, dampak, dan penanganan yang bisa kamu lakukan. Ingatlah bahwa setiap individu memiliki cara yang berbeda untuk menangani masalah ini, jadi carilah cara yang paling cocok untuk dan jangan ragu untuk mencari bantuan jika diperlukan.

    Sumber: Kompas

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending