Connect with us

    Berita

    Biografi Nasaruddin Umar, Tokoh Islam Indonesia Cawapres Ganjar Pranowo?

    Published

    on

    Nasaruddin Umar

    IndoJurnal – Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA merupakan tokoh Islam Indonesia kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan.

    Saat ini, Nasaruddin merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama dari tahun 2011 sampai 2014.

    Nasaruddin pernah menjadi anggota dari Tim Penasehat Inggris – Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.

    Ia juga menjabat sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027.

    Lalu pada tanggal 3 November 2019, dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI di Jakarta. Nasaruddin Umar terpilih sebagai Ketua Umum Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinanan (BP4) periode 2019-2024.

    Advertisement

    Ia pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah pada Muktamar As’adiyah ke XV di Sengkang tahun 2022.

    BACA JUGA: Sejarah Pelita Jaya, Klub Raya dengan Sederet Bintang Kelas Dunia

    Riwayat pendidikan

    Sedari kecil, Nasaruddin menimba Ilmu Agama di pesantren salaf As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dari SD hingga tamat SMA pada tahun 1970 sampai 1980.

    Kemudian melanjutkan pendidikan kesarjanaan dan lulus sebagai sarjana muda di IAIN Alauddin Ujung Pandang pada tahun 1984.

    Selanjutnya ia menuntaskan gelar Magister dan Doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lulusan terbaik pada tahun 1992.

    Ia pun melanjutkan studi program doktor (S3) di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), dan lulus tahun 1998.

    Advertisement

    Selama studi kedoktorannya, dia sempat menjadi salah satu mahasiswa yang menjalani Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), dan juga sebagai salah satu mahasiswa yang menjalani Program Ph.D di Universitas Leiden, Belanda (1994-1995).

    Setelah mendapatkan gelar doktoral, ia pernah menjadi sarjana tamu di Shopia University, Tokyo (2001), sarjana tamu di SOAS University of London (2001-2002), dan sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004).

    Dia adalah penulis dari 12 buku yang diantaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran. Isinya yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Quran.

    Ia pernah melakukan penelitian kepustakaan di beberapa perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Srilanka, Korea Selatan, Saudi Arabia, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, Singapore, Kuala Lumpur, dan Manila.

    BACA JUGA: Survei Charta Politika: Presiden Jokowi Dukung Prabowo Subianto, Publik Kecewa

    Aktivitas organisasi

    Nasaruddin aktif di berbagai kegiatan dan organisasi seperti anggota KOMNAS Perempuan, Sekretaris Umum Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK), Jakarta.

    Advertisement

    Ia juga Dewan Pendiri dan pengurus Masyarakat Dialog natar Ummat Beragama (MADIA) Jakarta Wakil Ketua wakaf yayasan Paramadina, dan Ketua Yayasan Panca Dian Kasih.

    Selain itu ia menjabat sebagai Ketua Departemen Pemberdayaan Sosial dan Perempuan ICMI Pusat.

    Saat ini, selain menjadi Iman Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin merupakan Guru Besar dalam bidang Tafsir di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah.

    Ia juga sebagai anggota dewan pakar PSQ, dan juga Ketua yayasan Tazakka miliknya.

    BACA JUGA: Wow! Aktor Ganteng Korea ini Jadi Inspirasi Dibalik Nama Asli Jennie BLACKPINK

    Kandidat cawapres Ganjar Pranowo

    Nasaruddin Umar saat ini digadang-gadang menjadi kandidat calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    Advertisement

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati masih mempertimbangkan nama-nama cawapres yang layak dan tepat untuk Ganjar. Hal itu termasuk jika nanti memilih Nasaruddin Umar sebagai cawapres.

    Nasaruddin dinilai sebagai sosok  yang santun dan Iman besar di Masjid Istiqlal yang bisa dijadikan teladan. Pemahaman agama tentu sangat dibutuhkan untuk negara seperti Indonesia.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending