Connect with us

    NEWS

    Caleg PDI Perjuangan: Budiman dan Effendi ‘Out’, Guntur Romli ‘In’

    Published

    on

    Caleg PDI Perjuangan

    IndoJurnal – Nama Budiman Sudjatmiko maupun Effendi Simbolon tak lagi muncul dalam daftar caleg PDI Perjuangan.

    Sementara itu, berdasarkan informasi pada laman KPU pada Minggu (20/8/2003), Guntur Romli tercatat sebagai caleg untuk dapil Jawa Timur III.

    Sebagai rekam jejak pada pemilu legislatif pada 2009 dan 2014, Budiman berpartisipasi dari Dapil Jawa Tengah VIII. Bahkan, ia berhasil melaju ke Senayan.

    Namun pada pileg 2019, ia mewakili Dapil Jawa Timur VII. Pada pesta politik kali itu, ia gagal. Akhirnya di tahun ini, Budiman pun tak lagi menjadi caleg PDI Perjuangan.

    Bahkan, Budiman telah menyatakan dukungan pada Prabowo Subianto secara gamblang. PDI Perjuangan disebut segera menyampaikan sanksi bagi Budiman atas dukungannya tersebut.

    Advertisement

    Sama seperti Budiman, Effendi Simbolon pun tak lagi masuk daftar caleg PDI Perjuangan. Sebelumnya, ia maju sebagai caleg PDI Perjuangan pada 2004, 2009, dan 2019.

    Pada 2004 dan 2009, Effendi mewakili Dapil Jakarta I. Sementara itu di pileg 2019, ia menjadi wakil Dapil Jakarta III.

    Ternyata, Ferdinand Hutahaean lah yang menggantikan Effendi di Dapil Jakarta III. Kemudian, nama Guntur Romli pun masuk sebagai caleg PDI Perjuangan dari Dapil Jatim III. Guntur telah meninggalkan PSI baru-baru ini dan memberikan dukungan bagi Ganjar Pranowo.

    Daftar caleg yang dipublikasikan KPU merupakan daftar caleg sementara (DCS). Oleh karena itu, pemilih pun masih dapat memberi tanggapan mengenai setiap nama caleg.

    BACA JUGA: Hashim: Budiman Sudjatmiko Tulus Dukung Prabowo Subianto

    Ini Alasan Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo

    Sebelumnya politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyatakan dukungannya untuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden dari Partai Gerindra.

    Advertisement

    Ia memiliki alasan khusus dalam memilih Prabowo daripada calon presiden dari partainya sendiri, yaitu Ganjar Pranowo.

    Budiman mengatakan Indonesia memerlukan kepemimpinan yang strategis. Melalui pernyataan ini, ia pun sekaligus menepis bahwa sosok Ganjar tidak baik.

    “Namun Indonesia saat ini membutuhkan kepemimpinan strategis karena kondisi global,” kata Budiman setelah pengumuman deklarasi relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/8/2023).

    Budiman menjelaskan bahwa tantangan global yang akan dihadapi Indonesia di masa depan akan semakin banyak. Oleh karena itu, ia percaya bahwa Prabowo lebih cocok untuk memimpin Indonesia.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Advertisement

    Trending