Connect with us

    Politik

    Daffasya Sinik Nilai Gibran Cocok untuk Jadi Cawapres Prabowo

    Published

    on

    Daffasya Sinik

    IndoJurnal – Caleg DPR RI PSI Dapil 3 Sumatera Utara  Muhammad Daffasya Sinik menilai peluang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming untuk mendampingi capres Prabowo Subianto terbuka sangat besar.

    “Ya sekarang kondisinya kan anak muda pasti akan lebih pro sama calon wakil presiden yang masih muda dan kalau ini bisa terjadi, maka ini adalah sejarah baru bagi perpolitikan Indonesia,” ungkap Daffa pada Minggu (27/8/2023).

    Apabila pasangan Prabowo – Gibran bisa terealisasi, Daffa menyebut kalau suara dari Milenial dan Gen Z cukup potensial untuk memilih duet tersebut.

    “Anak muda ini sebenernya unik, kita selalu memberikan peluang dan mendorong agar anak-anak muda di Indonesia yang berpotensi memiliki kans besar untuk maju di dalam dunia politik,” terang Daffa.

    “Bukan berarti tidak mungkin untuk maju sebagai cawapres, Karena kami punya harapan agar Indonesia mampu menghadapi bonus demografi dan membawa negara ini menjadi negara maju dan sejahtera,” lanjutnya.

    Advertisement

    Gibran Rakabuming Banyak Dukungan Maju Cawapres

    Para relawan yang tergabung dalam Gerakan Gibran Kemenangan (GEBRAKAN) mengusung Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sebagai capres melalui deklarasi.

    Koordinator GEBRAKAN, Firosya Shalati menyebut partisipasi Gibran dalam pilpres 2024 sangatlah penting karena jumlah pemilih potensial tahun depan datang dari kalangan pemuda dan milenial.

    “Wajar jika kami berharap, kalangan muda dan milenial memiliki wakil dalam pilpres 2024,” ujar Firosya melalui keterangan resmi, Sabtu (26/8/2023).

    BACA JUGA :  Warisan Utang Rp100 Miliar untuk PSSI, Siapa yang Salah?

    Ia mengungkapkan, Gibran yang mewakili potensi kalangan muda, juga memiliki kepemimpinan yang sudah terbukti selama memimpin Kota Solo. Oleh karena itu, Firosya melanjutkan, Gibran pun dipercaya mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, kata Firosya, Indonesia membutuhkan pemimpin dengan keberanian, ketegasan, serta kecerdasan untuk melakukan gebrakan serta pekerjaan politis regional, nasional, hingga internasional.

    Advertisement

    “Kami merasa tertantang untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi mercusuar dunia seperti impian Founding Father kita,” kata Firosya.

    Meski demikian, Gibran masih harus menghadapi tantangan berupa aturan batas usia capres dan cawapres.

    Oleh karena itu, Firosya berharap negara memberikan kesempatan bagi para pemuda yang progresif dan profesional untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan nasional.

    Sebab menurut Firosya, pengaruh kontestasi politik dalam kebijakan tidak hanya berlangsung selama lima tahun, melainkan juga sampai pada generasi selanjutnya, melalui berbagai regulasi.

    Ia pun menyayangkan para politikus saat ini yang belum tulus menjembatani milenial dan Gen-Z. Apalagi, para politikus tersebut pun tidak memahami kebutuhan generasi muda. Padahal, sekitar 60 persen pemilih pada pilpres mendatang adalah milenial dan Gen-Z.

    Advertisement
    BACA JUGA: Aktivis 98 Sebut Ada Operasi Senyap di MK yang Libatkan Jokowi

    Gibran Dinilai Mampu Membuka Jalan Menuju Indonesia Emas 2024

    Sementara itu, dukungan bagi Gibran untuk maju sebagai cawapres juga datang dari Beta Gibran. Kelompok relawan ini menyatakan terus mengusung Gibran untuk berpasangan dengan capres manapun.

    BACA JUGA :  Paspampres Tarik Bupati Bengkulu Utara, Ini Penjelasan Istana!

    Ketua Umum Beta Gibran, Twedy Ginting menjelaskan, sejarah membuktikan bahwa bangsa Indonesia dimerdekakan oleh pendiri bangsa yang kala itu masih berusia muda.

    “Momentum pemilu 2024 menjadi momentum bagi anak muda untuk tampil menjadi pemimpin di republik ini,” ucapnya dalam deklarasi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (26/8/2023).

    Ia pun mengatakan Gibran merupakan figur yang pas untuk mewakili generasi milenial dan Gen-Z. Meski demikian, Twedy pun menyadari bahwa gugatan batas usia cawapres masih bergulir di Mahkamah Konstitusi.

    Oleh karena itu, ia berharap para hakim MK dapat menentukan pilihan terbaik bagi demokrasi Indonesia.

    Advertisement

    Terlebih di sejumlah wilayah, persyaratan umur untuk menjadi kepala daerah pun beragam. “Ada yang 21 tahun, yang lain juga bisa 17 tahun,” kata Twedy.

    Meski demikian, ia tetap berharap MK mempertimbangkan aspirasi kaum muda dari kelompok milenial dan Gen-Z.

    Lebih lanjut, kelompok relawan Beta Gibran mengatakan akan tetap setia mendukung arah politik Gibran, kalaupun nantinya Wali Kota Solo ini pada akhirnya tidak maju sebagai cawapres.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending