Connect with us

    Berita

    Erick Thohir Manfaatkan BUMN untuk Maju Pilpres, Benarkah?

    Published

    on

    IndoJurnal – Peluang Menteri BUMN Erick Thohir, untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 kian terbuka secara publik.

    Menurut kabar, Erick disebut tengah berupaya melobi bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto untuk menjadi cawapres pada kontestasi Pilpres 2024 nanti.

    Kabar itu dibocorkan oleh salah satu Jurnalis Tempo yang bernama Fransisca Christy Rosana di podcast Tempo Bocor Alus beberapa waktu lalu yang ditayangkan oleh akun Youtube Tempdotco.

    Fransisca mengatakan, bahwa salah satu strategi Erick dalam memoles citra diri dengan memberdayakan karyawan kementerian dan perusahaan BUMN terutama yang masih milenial sebagai ranger medsos (media sosial).

    “Tugasnya adalah memberi komentar positif dan like di medsos-medsosnya Erick Thohir. Di situ mereka menyebut bahwa Kementerian BUMN ketika dipimpin Erick lumayan berjaya lah, deviden-nya dan keuntungannya naik dan habis itu di-capture,” kata Fransisca.

    Advertisement

    Isi dari podcast Tempo

    Menurut Fransisca, pasca bertemu dengan Gerindra, Erick Thohir menyatakan dirinya akan membantu menyelesaikan masalah dengan Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar jika mendapatkan dukungan penuh dari Gerindra.

    “Ketika PAN ketemu Gerindra. Gerindra bilang pembicaraan Erick Thohir lebih kental asal bisa ‘beresin’ Cak Imin (panggilan Muhaimin Iskandar),” kata Fransisca.

    “Kata Erick Thohir ke orang-orang Gerindra mau ‘beresin’ Cak Imin kalau dukung lurah 100 persen,” sambungnya.

    “Dia menakar dukungan lurah baru 80 persen,” lanjutnya

    Selain itu, Fransisca juga membongkar pertemuan rombongan DPP PAN dengan Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

    Advertisement

    “Waktu PAN ketemu Megawati di DPP PDIP, Jalan Diponegoro Zulkifli Hasan (Zulhas) ketemu Megawati, pembicaraan Zulhas membawa tiga poin. Pertama, Erick Thohir cawapres, kedua koalisi pembicaran logistik. Ketiga portofolio kabinet,” ungkapnya.

    BACA JUGA :  Erick Thohir Disebut Sebar Hoaks karena JIS Tidak Dicoret FIFA

    Bahkan, lanjut Fransisca ketika bertemu dengan Megawati, Zulhas meminta empat jabatan menteri untuk syarat berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

    “PAN minta empat Menteri: satu menko (menteri koordinator), dua menteri ekonomi, satu menteri non ekonomi,” lanjutnya.

    Ketika membicarakan Erick sebagai cawapres, Megawati mengungkapkan bahwa banyak pihak yang mengajukan diri sebagai cawapres kepada PDI Perjuangan.

    “Saat pembicaraan soal Erick Thohir ini. Megawati ayep banyak yang ngajuin cawapres ke saya,” pungkasnya.

    Advertisement
    Erick Thohir

    Erick Thohir bersama Prabowo Subianto.

    Baca Juga: Masih Teka-Teki, Cawapres Ganjar Pranowo Menunggu Restu ‘Ibu’

    Tanggapan dari Said Didu

    Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengomentari perihal bocornya perihal tim ranger medsos yang disebut-sebut dimiliki oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

    Adapun isi grup tersebut yaitu karyawan-karyawan Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN yang kebanyakan berasal dari kalangan milenial atau Gen Z.

    Ia mengaku khawatir terkait penggunaan sumber daya BUMN untuk kepentingan politik pribadi.

    Said Didu menyoroti bagaimana Erick menggunakan ATM Bank BUMN untuk menunjukkan dirinya kepada publik atau secara tidak langsung berkampanye.

    Menurutnya, dengan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya itu membuat integritas Erick dipertanyakan.

    “Pak Menteri @erickthohir yth, sepertinya semua MILIK BUMN yg kewenangan pengelolaan diberikan Negara kpd Bpk, Bpk gunakan utk ‘politik pribadi’, mulai dari ATM Bank, acara2 BUMN, sponsorship, sampai pjbt dan karyawan BUMN dijadikan Buzzer, dll. Mhn maaf ini melanggar GCG dan GG,” tulis Said Didu dikutip dari akun twiter-nya.

    Advertisement

    “Integritasnya sudah bisa dipertanyakan,” tutupnya.

    Sumber: Berbagai sumber

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending