Connect with us

    NEWS

    Jusuf Kalla Berharap Ada 3 Pasangan di Pilpres 2024, Kenapa?

    Published

    on

    Jusuf Kalla. (Twitter Jusuf Kalla)
    IndoJurnal – Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla (JK), menilai dibutuhkan minimal tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
    “Kenyataan politiknya, minimum tiga dan itu baik saja. Dulu yang waktu saya lima, malah itu sangat baik pelaksanaan,” ujar JK usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, di kediamannya di Jakarta pada Sabtu (6/5/2023).
    Meskipun begitu, JK menekankan seluruh pihak sebaiknya lebih mengutamakan upaya untuk memastikan demokrasi dalam Pilpres 2024 berjalan dengan baik.
    Bukan berfokus menggantungkan baik atau tidak baiknya pelaksanaan pesta demokrasi itu pada jumlah pasangan capres dan cawapres.
    “Ini demokrasi. Kita (Indonesia) bukan Amerika Serikat yang partainya cuma dua. Kita partainya banyak. Jadi kalau baik, tiga. Tapi bukan jumlahnya, melainkan proses demokrasinya berjalan dengan baik,” ujar JK.
    Berikutnya, dalam kesempatan yang sama, Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar menyampaikan pertemuan antara dia dan JK itu tidak membahas mengenai capres ataupun cawapres yang baik untuk diusung PKB.

    “Diskusi tadi belum membahas sampai ke sana (saran capres-cawapres yang diusung PKB), tapi intinya akan terjadi komunikasi, interaksi yang kristalisasinya masih sebulan atau dua bulan yang akan datang,” katanya.

    “Kita tunggu saja proses politik ini. Tentu, komunikasi pasti akan menentukan hasil akhir atau kesimpulan,” jelas Cak Imin.

    Mengupayakan koalisi besar

    Cak Imin juga menyampaikan soal upaya pembentukan koalisi besar yang hingga saat ini masih terus diusahakan.

    “Koalisi Besar memang terus diusahakan. Meskipun tidak mudah dan bahkan menurut Pak Jusuf Kalla sulit terjadi, tapi namanya juga usaha, siapa tahu gitu,” kata Cak Imin.

    JK menyampaikan bahwa walaupun pembentukan koalisi besar itu merupakan ide ataupun wacana yang baik, menurut dia, pembentukan koalisi tersebut sulit untuk tidak lakukan.

    Advertisement
    BACA JUGA: Glory Glory Ganjar Presiden! Bergema Lantang di Halaman Gelora Bung Karno

    Dirinya menilai tidak mudah untuk menyatukan beberapa partai politik besar untuk mengusung sepasang bakal capres dan cawapres.

    “Itu suatu ide wacana yang baik, tapi secara pelaksanaan politiknya sulit karena tidak mudah untuk dalam jumlah semuanya akan bersatu dalam satu calon,” kata dia.

    Sebelumnya, gagasan pembentukan koalisi besar muncul usai Presiden Jokowi bertemu para pimpinan parpol pendukung pemerintahan saat ini.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Advertisement

    Trending