Connect with us

    NEWS

    Ketuk Rumah Warga, Sony Kusumo Sosialisasikan Ganjar Pranowo

    Published

    on

    Sony Kusumo

    IndoJurnal – Politisi PDI Perjuangan Sony Kusumo turut bergerak dalam melakukan sosialisasi bakal capres Ganjar Pranowo. Caranya dengan langsung turun mengetuk pintu rumah warga.

    “Tentu kegiatan turun langsung bertemu warga bukan hanya untuk sosialisasi diri sendiri saja, tapi juga mengenalkan sosok Ganjar Pranowo yang jadi capres dari PDI Perjuangan,” kata Sony Kusumo pada Rabu (20/9/2023).

    Menurut Sony Kusumo dirinya kerap mendapatkan sambutan baik ketika bertemu dengan warga. Hampir sebagian besar warga yang ia temui merasa puas dengan kinerja dari Presiden Joko Widodo.

    “Proses pengenalan Ganjar menjadi lebih mudah, karena kita memiliki contoh yang nyata. Kami berkomitmen untuk melanjutkan semua kinerja baik yang sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi,” ucap Sony Kusumo.

    “Jadi bukan hanya janji-janji yang coba kami tawarkan tapi memang ada buktinya dan sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi yang didukung oleh PDI Perjuangan, sehingga warga dapat menerima Ganjar dengan baik,” ungkapnya.

    Advertisement

    Kegiatan door to door dalam membangun komunikasi dengan warga rutin dilakukan oleh Sony Kusumo yang juga merupakan calon anggota legislatif DPR RI PDI Perjuangan dari Dapil DKI 1 (Jakarta Timur).

    “Sesuai dengan arahan dari partai, kegiatan ini memang benar-benar menyentuh setiap lapisan masyarakat, kita bisa mendengan keluh kesah dan juga harapan mereka,” lanjut Sony Kusumo.

    Ganjar Dinilai Bisa Meraup Suara Gen Z

    Sebelumnya, politikus Partai Hanura Inas Nasrullah mengatakan bakal capres Ganjar Pranowo bisa meraup banyak suara Generasi Z (Gen Z) karena sering berkunjung ke kampus dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk menyampaikan gagasan.

    “Interaksi para mahasiswa dengan generasinya akan sangat cair sehingga gagasan yang disampaikan melalui mahasiswa akan tersampaikan kepada generasi seusianya,” kata Inas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/9/2023).

    Menurut Inas, kampus merupakan salah satu ladang suara bagi bacapres karena di sini jumlah Gen Z sangat banyak.

    Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah mahasiswa di Indonesia pada 2023 mencapai 7,8 juta orang. Sedangkan jumlah Gen Z di Indonesia di tahun yang sama ada 60 juta orang.

    Advertisement

    “Kampus adalah ladang suara baru yakni kaum Gen Z yang jumlahnya cukup banyak, menurut Badan Pusat Statistik, ” ujar Inas.

    Berdasarkan Pasal 280 ayat 1 huruf H Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu melarang penggunaan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan untuk kampanye politik.

    Namun, dalam penjelasan UU tersebut menyebutkan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan bisa untuk kegiatan politik jika peserta pemilu hadir tanpa atribut kampanye.

    Sebelumnya, Ganjar menghadiri undangan Kuliah Kebangsaan bertema “Hendak ke Mana Indonesia Kita? Gagasan, Pengalaman, dan Rancangan Para Pemimpin Masa Depan” di FISIP Universitas Indonesia, Depok.

    Dalam kesempatan itu, Ganjar bicara soal gagasan peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas pelayanan publik, kesehatan mental, dan jalan menuju Indonesia Emas.

    Advertisement

    Ganjar menyampaikan pentingnya akses kesehatan yang merata, pelayanan kesehatan mental yang lebih baik, perbaikan sistem pendidikan kedokteran, dan dukungan terhadap industri kesehatan.

    Ganjar menyoroti pentingnya kesehatan mental dan pendampingan dalam bidang ini, karena ia merasa bahwa isu kesehatan mental masih sering diabaikan oleh banyak pihak.

    Selain itu, Ganjar mengatakan untuk menghadapi bonus demografi, Indonesia perlu melakukan transformasi dalam enam pilar strategis. Mencakup pangan, penegakan hukum, lingkungan, energi, digital, pendidikan, dan keterampilan.

    Baca Berita IndoJurnal di Google News

    Trending