Connect with us

    NEWS

    Masa Jabatan Nyaris Habis, Ini Pilihan Gubernur Ridwan Kamil

    Published

    on

    Ridwan Kamil

    IndoJurnal – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih belum memutuskan langkah politiknya menyusul masa jabatan yang berakhir awal September mendatang. Meski demikian, ada empat jalur politik yang berpotensi menjadi pilihannya.

    Keempatnya adalah maju kembali di Pilgub Jabar, maju di Pilgub DKI Jakarta, menjadi cawapres pada Pilpres 2024, atau menjadi menteri.

    “Ada yang nawarin jadi menteri. Siapa pun presidennya katanya,” kata Ridwan saat ditemui di di Masjid Raya Al Jabar, Sabtu (19/8/2023). Namun, ia mengingatkan, di mana pun ditempatkan, setiap individu harus bermanfaat bagi sesama.

    Mengenai peluang maju lagi di Pilgub Jabar, Ridwan tidak menyangkalnya. Terlebih, pendukungnya pun masih solid untuk meminta Ridwan melanjutkan pembangunan di Jabar.

    Kemudian untuk maju di Pilgub DKI Jakarta, Ridwan mengaku terkejut dengan hasil survei. Sebab, wajahnya pun tidak pernah muncul di baliho-baliho Jakarta.

    Advertisement

    Lebih lanjut, mengenai potensi maju di Pilpres 2024, kepastiannya belum ditentukan dalam waktu dekat. Sebab menurut Ridwan, situasi politik saat ini masih begitu dinamis.

    “Seperti 2019, perjodohan di detik-detik akhir,” ucap Ridwan. Oleh karena itu, ia meminta publik tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Sebab, segala sesuatunya masih jauh dari prediksi, menurut Ridwan.

    BACA JUGA: Ganjar Pranowo – Ridwan Kamil, Pasangan Harapan Relawan GP

    Ridwan Kamil Diincar Jadi Cawapres

    Lebih lanjut, bukan hanya Airlangga Hartarto, Partai Golkar juga mengajukan nama Ridwan Kamil untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

    Tawaran ini diunggap oleh Ketua DPP Golkar Dave Laksono usai partainya memutuskan bergabung dengan koalisi bersam Partai Gerindra, PKB, dan PAN.

    “Kami masih berdiskusi untuk mendapatkan posisi cawapres. Golkar memiliki sejumlah kader, selain Airlangga, ada Ridwan Kamil,” kata Dave di kompleks parlemen DPR RI, Jakarta pada Rabu (16/8/2023).

    Advertisement

    Terkait pengajuan dua nama cawapres dari Golkar tersebut, Dave menyebut masih dalam tahap penjajakan dengan partai lainnya di dalam koalisi.

    Hingga kini menurut Dave, Golkar masih ingin menjaga hasil Musyawarah Nasional (Munas) dengan mencalonkan presiden atau cawapres pada Pilpres 2024.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending