Connect with us

    Politik

    Melalui PFmuda 2024, Pertamina Foundation Dorong Mahasiswa Jadi Sociopreneur

    Published

    on

    PFMuda 2024 oleh Pertamina Foundation

    IndoJurnal.id – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menggelar Sapa Kampus 2024 mendorong mahasiswa untuk menjadi sociopreneur atau wirausaha sosial, yakni menekuni wirausaha dengan misi utamanya memberikan dampak sosial yang baik kepada masyarakat.

    Mewadahi hal tersebut, Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi proyek sosial PFmuda 2024 dengan tema “Inovasi Sosial Anak Muda Indonesia”.

    Untuk menjadi sociopreneur, Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S. Bulo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/6/2024) menyampaikan bahwa para mahasiswa perlu punya kepekaan terhadap permasalahan sekitarnya.

    Sociopreneur singkatnya merupakan bentuk penggabungan antara konsep kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga pada tujuan sosial,” ujar Yulius.

    Menurut dia, sociopreneur membawa dampak perubahan sosial yang berkelanjutan dan membawa nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungannya.

    Advertisement

    “Untuk itu, kalian sebagai generasi muda perlu peka terhadap permasalahan sekitar dan kalian tuangkan menjadi sebuah proyek sosial,” katanya.

    Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengharapkan dengan kegiatan Sapa Kampus dapat menjaring bibit-bibit sociopreneur yang bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan berdampak langsung pada capaian sustainable development goals (SDGs).

    “Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan capaian SDGs, diperlukan peran aktif pemuda untuk yang mampu menjalankan wirausaha sosial, wirausaha yang bisa memberikan dampak manfaat bagi masyarakat atau menjadi solusi bagi permasalahan sosial yang ada. Untuk itu, kami mengadakan kompetisi PFmuda agar semakin banyak wirausaha sosial dan semakin banyak masyarakat berdaya hingga mandiri,” ucap Agus.

    BACA JUGA :  Apa Itu Perawatan Facial PRP alias Vampire Facial untuk Wajah?

    Adapun, program PFmuda siap mengembangkan solusi berkelanjutan dari generasi muda usia 18-35 tahun lewat pendanaan proyek sosial total Rp3 miliar, pendampingan dan mentoring serta link and match dengan industri dan investor.

    Program tersebut disambut antusias oleh perguruan tinggi. Salah satunya oleh Rektor Primakara University I Made Artana yang menyatakan PFmuda memiliki kecocokan DNA dengan Primakara yang selama ini fokus pada pengembangan inovasi, teknologi, dan technopreneurship atau kewirausahaan generasi muda.

    Advertisement

    “PFmuda ini sangat relate dengan kita di Primakara University, spirit-nya bagaimana menjadi change maker, bagaimana kita menghadirkan inovasi sosial, inovasi teknologi, dan ujungnya menjadi inovasi bisnis,” kata Made Artana.

    Ia mengatakan Primakara University juga sudah melakukan beberapa program, di antaranya program inovasi desa, Banjar Creative Space yang mendapat program TJSL Pertamina, program pendampingan UMKM, Bali Startup Camp (BSC), proyek mata kuliah wajib kurikulum (MKWK), dan kelas kewirausahaan inovatif.

    Senada, Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Ngakan Putu Gede Suardana mengajak mahasiswa-mahasiswinya untuk mengikuti kompetisi PFmuda.

    “Saya berharap mahasiswa-mahasiswi Unud dapat berkarya dan memberikan gagasan khususnya pada bidang proyek sosial inovatif yang nantinya dapat memberikan sumbangsih dalam menuntaskan permasalahan masyarakat,” katanya.

    BACA JUGA :  Media Vietnam Remehkan Pencapaian Timnas Indonesia: Cuma Beruntung!

    Sedangkan, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sigit Sunarta menyampaikan kesiapan untuk mendorong mahasiswanya mendaftar mengikuti kompetisi PFmuda.

    Advertisement

    Locally rooted, globally respected atau mengakar kuat dan menjulang tinggi merupakan semboyan UGM yang bermakna bahwa UGM mencetak SDM unggul yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat. Ini sejalan dengan semangat kompetisi PFmuda yang menjaring anak-anak muda untuk bisa menghadirkan solusi lewat proyek sosial,” ungkap Sigit.

    Selain tiga universitas tersebut, Sapa Kampus juga dilakukan di universitas lainnya, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Ronggolawe Tuban, dan berakhir di Universitas Bojonegoro pada 8 Juni 2024.

    Acara itu juga dimeriahkan dengan success story yang disampaikan oleh para pemenang PFmuda dengan beragam proyek sosial, mulai dari aplikasi berbasis navigasi untuk nelayan tradisional (FishGo), kurikulum pendidikan seksual sejak dini (OASE), regenerasi penenun tradisional (SWANTARA), tata kelola pertanian terpadu (TANDURASA), pakan ternak dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung (Wana Feed), dan lainnya.

    Saat ini, sedang dibuka pendaftaran kompetisi PFmuda 2024. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi Pertamina Foundation muda.pertaminafoundation.org.

    Baca Berita IndoJurnal.id di Google News
    Advertisement
    Advertisement

    Trending