Connect with us

    NEWS

    Piala Dunia U-20 Batal di Indonesia, Erick Thohir Berbohong?

    Published

    on

    Piala Dunia U-20

    IndoJurnal, Jakarta – Polemik pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 terus bergulir. Kali ini giliran aktivis, Denny Siregar, yang memberikan pandangan.

    Dalam sebuah program di Cokro TV yang tayang pada Rabu (5/4/2023), Denny, mempertanyakan soal kejujuran dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Menurutnya, menteri BUMN itu seperti bermain politik dibalik pembatalan Piala Dunia U-20.

    “Kenapa Erick Thohir tidak jujur kepada publik bahwa kita sendiri tidak siap jadi penyelenggara?” ujar Denny.

    “Dalam preskonnya Erick Thohir mengatakan FIFA sudah menyatakan stadion kita siap menjadi penyelenggara. Erick juga bilang pembatalan FIFA karena ada intervensi pemerintah, juga pemda yang menolak Israel,” lanjutnya.

    Tapi menurut Denny, anehnya dalam surat FIFA sama sekali tidak membahas soal Israel. Justru federasi sepak bola dunia itu tampak menyoroti soal ketidaksiapan stadion-stadion di Indonesia.

    Advertisement
    BACA JUGA: Daftar BPJS Online Kini Semakin Mudah dan Praktis

    “FIFA juga pernah melakukan inspeksi ke enam stadion. GBK hingga Manahan, Solo. Untuk GBK pun FIFA memberi catatan perlu disesuaikan dan tambahan fasilitas pendukung,” terang Denny.

    “Jadi bukan hanya faktor keamanan yang jadi perhatian. Tapi kesiapan kita dalam menyelenggarakan event internasional,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Denny menyebut Erick seperti menjadikan Piala Dunia U-20 sebagai ajang promosi. Yang dilakukan untuk mendapatkan tiket bertarung di Pilpres 2024.

    “Dia sejak lama mempromosikan diri dengan menunggangi BUMN mulai dari billboard bandara sampai atm-atm. Kemudian pengerahan buzzer-buzzer di medsos yang setiap hari memuji,” kata Denny.

    “Kalau sukses Erick Thohir dapat nama besar. Kalau gagal, di-spin jadi pahlawan supaya dapat simpatik publik agar Erick Thohir jadi satu-satunya orang yang paling berjuang dalam situasi kelam ini,” lanjutnya.

    Advertisement
    BACA JUGA: Digital Saving BRI, Layanan Perbankan yang Memudahkan Nasabah

    Menurut Denny awalnya ia tidak berfikir kesana. Cuma ketika melihat karangan bunga ke Kantor PSSI, dirinya mulai beranggapan kalau situasi ini sudah dipolitisasi untuk keuntungan pribadi.

    “Nyapres, nyapres aja jangan jadi dibikin tidak simpati,” tegas Denny.

    Analisis Jurnalis Olahraga Inggris

    Pernyataan Denny soal ketidaksiapan stadion di Indonesia sebelumnya juga dibahas oleh jurnalis olahraga Inggris, Rob Harris. Ia menyebut kalau FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah setelah kunjungan ke beberapa stadion.

    “FIFA merasa bahwa Indonesia tidak akan siap (menggelar Piala Dunia U-20) berdasarkan kunjungan lapangan,” tulis Rob Harris di akun Twitter-nya pada Senin (3/4/2023).

    BACA JUGA: Suzuki Brezza Indonesia, ‘Si Macho’ Pesaing Kelas SUV

    Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Ignatius Indro. Dirinya bilang kalau dalam suratnya FIFA jelas tidak menyebutkan soal penolakan Israel.

    Advertisement

    Dari surat itu, Indro membaca FIFA secara umum ragu dengan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Pasalnya ini merupakan event besar skala dunia.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending