Connect with us

    Politik

    Polemik Food Estate, Sony Kusumo Ingatkan Perihal Tata Kelola

    Published

    on

    Sony Kusumo

    IndoJurnal – Politisi PDI Perjuangan Sony Kusumo memberikan masukan terkait polemik pembangunan food estate. Ia berharap program dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bisa dijalankan dengan baik.

    “Food estate di Indonesia programnya bagus. Tujuannya bagus untuk jangka panjang karena memang ketahanan pangan diperlukan di Indonesia tapi pelaksanaannya jangan sampai bermasalah,” ujar Sony pada Minggu (20/8/2023).

    Hanya saja soal tata kelola Sony mengingatkan agar food estate diurus oleh profesional pada bidangnya. Bukan malah menyerahkan kepada orang-orang partai.

    “Harus dikelola secara profesional jangan malah dikelola sama orang yang tidak tepat sehingga di lapangan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata Sony.

    Menurut Sony, tidak perlu risih untuk rutin melakukan audit terhadap proyek food estate. Pasalnya sayang apabila program yang direncanakan dengan baik ini tidak berjalan tepat sasaran.

    Advertisement

    “Kita harus kesampingkan urusan partai-partai dalam proyek food estate. Ini untuk kepentingan bangsa Indonesia bukan hanya partai,” kata Sony.

    BACA JUGA :  Karakter Semua Zodiak dari Aries Sampai Pisces, Seperti Apa?

    “Jadi untuk ketahanan pangan seluruh Indonesia. Tentu kita harus mendukung programnya, perencanaan, tujuannya sangat baik, tapi hanya eksekusi dan pelaksanaannya yang jangan sampai bermasalah,” ujar politisi dari Dapil 1 DKI Jakarta (Jakarta Timur) tersebut.

    BACA JUGA: Habiskan Biaya 4,5 Triliun, Ada Bau Korupsi di Pembangunan JIS?

    Presiden Jokowi Berikan Penjelasan Soal Food Estate

    Presiden Jokowi memberikan penjelasan mendetail mengenai proyek Food Estate setelah program ini dikritik oleh PDI Perjuangan sebagai aktivitas yang berpotensi membahayakan lingkungan.

    Jokowi menjelaskan bahwa Food Estate dibangun sebagai upaya untuk mengantisipasi krisis pangan. Oleh karena itu, ia mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati mengenai isu krisis pangan.

    “Saat ini, semua wilayah, semua negara, sedang menghadapi ancaman krisis pangan,” ujar Presiden Jokowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8/2023).

    Advertisement

    Jokowi mengungkapkan, bahan pangan seperti gandum, gula, dan beras sedang menjadi permasalahan di banyak negara.

    Sebab, harga bahan pangan tersebut mengalami kenaikan yang tajam. Ia menyebut gula dan beras sebagai contoh.

    BACA JUGA :  Istana Pastikan Pemeriksaan Hasto Kristiyanto Bukan karena Vokal Kritik Pemerintah

    Setelah India menghentikan kegiatan ekspor beras, pasokan beras di dunia pun terganggu. Sebagai dampaknya, harga pun melonjak.

    Menurut Presiden Jokowi, dalam kondisi krisis pangan seperti ini, Food Estate memiliki peran penting sebagai cadangan. Baik itu cadangan strategis maupun untuk diekspor ,jika ada surplus yang bisa membantu negara lain.

    Jokowi juga menegaskan bahwa pembangunan Food Estate bukanlah tugas yang mudah seperti yang banyak orang pikirkan.

    Advertisement

    Ia mengungkapkan, pada tahap awal tanam biasanya terjadi kegagalan. Kemudian pada tahap kedua, keberhasilan hanya sekitar 25 persen. Pada tahap ketiga hingga keenam, biasanya tanaman berhasil dengan baik.

    “Pada tahap ketujuh, barulah keadaan normal,” ujar Jokowi memberi penjelasan.

    Di lapangan, kata Jokowi melanjutkan, proses tersebut tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Semua aspek akan diperbaiki dan dievaluasi, bahkan bisa saja diulang. Apabila tidak berani menghadapi tantangan ini, maka menurutnya, semua akan sia-sia.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending