Connect with us

    Berita

    Politisi PSI: Anjing Lebih Layak Kibarin Merah Putih daripada Koruptor

    Published

    on

    PSI

    IndoJurnal – Peneliti sekaligus politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menimbulkan kontroversi melalui cuitan di akun Twitternya, @Uki23.

    Ia mengomentasi berita yang menyebutkan polisi menangkap seorang pemuda kaerna memasang bendera merah putih di leher anjing.

    Penangkapan itu dilakukan karena pelaku diduga menghina lambang negara. Pelaku berisial RH (22) pun menyatakan tindakan tersebut sebenarnya dilakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

    “Anjing ini lebih layak mengibatkan bendera merah putih daripada pejabat korup yang sudah tertangkap maupun pejabat korup yang belum tertangkap lalu sengaja abai mengesahkan RUU Permpasan Aset,” tulis Dedek, Sabtu (12/3/2023).

    Cuitan Politikus PSI Tuai Beragam Respons Netizen

    Pernyataan ini pun memancing beragam tanggapan dari warganet.

    Advertisement

    “Tidak ada toleransi buat penghina simbol negara….,” tulis akun Van Ketamine, @bloodpr38214983.

    Sementara itu, akun KKN-Demi bangsa Dan Negara, @Tan_Mar3M, memberikan tanggapannya, “Gue yakin, Beda tampang beda pula statemen kau.”

    Ada juga tanggapan dari akun Tawon Ndas, @NtupNdase, “Jadi, Partai mana yang para Anggotanya layak digantikan Anjing?”

    Selain yang melemparkan tanggapan kontra, ada pula yang mempertanyakan tindakan polisi. Salah satunya adalah akun R.R, @Rregina2727_ yang menyatakan, “konyol… itu anjing juga. anjing di indonesia. kok malah di tangkap yang punya anjing. bikin malu aja. negara lain merayakan kemerdekaan malah semua2 di hiasi warna lambang benderanya.”

    Begitu pula dengan akun cumatuit, @cumatuit yang menulis, “Setujut! Sahkan tuh RUU perampasan aset, masa kalah sama anjing yg bisa dengan bangga lari2 sambil bawa bendera merah putih.”

    Advertisement
    Dedek Prayudi

    Twit dari Dedek Prayudi.

    BACA JUGA: Sinyal Dukungan Menguat, PSI dan Prabowo Subianto Kian Dekat

    Kabar dari PSI yang Juga Menarik Perhatian Publik

    PSI belakangan memang sudah menjadi sorotan publik, sebelum adanya komentar Dedek Prayudi di Twitter. Guntur Romli menyatakan mundur dari PSI menyusul kunjungan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

    Menurutnya, perjumpaan keduanya di markas PSI tersebut merupakan pertanda jika bakal bersekutu untuk memenangkan Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang.

    Waketum PSI Andy Budiman mengatakan bahwa partai menghormati keputusan Guntur yang mundur dari partainya tersebut.

    Namun, mendengar alasan pengunduran diri Guntur Romli tersebut dirasa cukup mengagetkan.

    “Bro Guntur mundur hanya karena kedatangan Pak Prabowo ke PSI. Itu silaturahim biasa seperti Mbak Puan bertemu Prabowo,” kata Andy.

    Andy memastikan, bahwa PSI sampai saat ini belum pernah memberikan dukungan resmi kepada Prabowo atau bakal capres yang lain.

    Advertisement

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending