Connect with us

    Politik

    Waspada! Covid-19 Belum Berakhir, Subvarian Arcturus Mulai Menyebar

    Published

    on

    Subvarian Arcturus

    IndoJurnal, Jakarta – Covid-19 sepertinya masih belum berakhir, virus terus bermutasi. Setelah subvarian Omicron, kini ada turunannya yang bernama subvarian Arcturus.

    Epidemiolog Dicky Budiman, mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan kehadiran subvarian Arcturus. Meskipun sudah mendapatkan vaksinasi, kondisi itu bukan jaminan seseorang tak akan tertular.

    “Masyarakat perlu waspada Covid-19 subvarian Arcturus meskipun sudah di vaksin karena subvarian ini lebih efektif,” ucap Dicky dikutip dari Antara pada Senin (10/4/2023).

    BACA JUGA: Naik Kelas! Daun Kelor Harus Bersaing dengan Ginseng Korea

    Dicky menjelaskan kalau subvarian ini lebih efektif karena ada mutasi spike protein. Virus menjadi lebih mudah masuk menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

    Contohnya terjadi di India. Dimana awalnya ditemukan kasus subvarian Arcturus sebanyak 6.155 kasus, hanya dalam 24 jam langsung meningkat hingga 31.194 kasus. Lonjakan yang luar biasa!

    Advertisement

    “Kalau begitu kan ada herd immunity, tapi kok masih bisa trembus dan mengakibatkan banyak kematian? Ini kan harus dicurigai,” ungkap peneliti dari Universitas Griffith, Australia tersebut.

    BACA JUGA :  Virus Covid-19 di Indonesia Paling Banyak Bermutasi di Dunia, Ada Pasien Terinfeksi Varian Delta dengan 113 Mutasi
    BACA JUGA: Mau Jualan Tambah Laku? Langsung Daftar Shopee Food

    Indonesia perlu waspada karena memiliki kondisi pemukiman mirip dengan India. Masyarakat tinggal berdekat-dekatan, kemudian kualitas udara dan sanitasinya juga kurang bagus.

    Sempat ada kabar kalau vaksin jenis tertentu memiliki kekebalan terhadap serangan subvarian Arcturus. Namun Dicky masih belum bisa memastikan informasi yang beredar tersebut valid atau tidak.

    Sudah Masuk Singapura dan Malaysia

    Subvarian Arcturus mulai menyebar secara massive, tercatat sudah 22 negara melaporkan kasusnya ke WHO, Badan Kesehatan Dunia. Termasuk di antaranya Malaysia dan Singapura.

    “Bukan berarti Indonesia bebas, maslaah klasiknya kan ada pada lemahnya pendeteksian. Beda sekarang herd immunity masyarakat Indonesia sudah membaik,” ucap Dicky.

    Advertisement
    BACA JUGA: Link Pengumuman SNBP 2023 dan Tata Cara Melihatnya

    Lebih lanjut, Dicky berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga protokol kesehatan meski sudah tidak ada kewajiban dari pemerintah. Rutin mencuci tangan, tetap memakai masker, menghindari kerumunan harus kembali diterapkan.

    BACA JUGA :  Penuhi 3 Variabel Penting, Airlangga Hartanto Dianggap Bakal Cawapres Ideal

    Meski vaksin bisa mengurangi resiko dari subvarian Arcturus. Bukan berarti mereka yang sudah vaksin bisa terhindar dari resiko kematiaan saat terinfeksi Covid-19 varian tersebut.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending