Connect with us

    Berita

    Biografi Sandiaga Uno, Jalan Menuju Sukses itu Tidak Mudah

    Published

    on

    Biografi Sandiaga Uno

    IndoJurnal – Siapa yang sangka Sandiaga Salahudin Uno atau lebih dikenal Sandiaga Uno pernah di-PHK dan menjalani titik karier terbawahnya? Inilah sekelumit biografi Sandiaga Uno, perjalanannya hingga bisa menjadi sukses seperti sekarang.

    Otak cerdas anak Jaksel

    Sandiaga Uno terlahir di Rumbai, Pekanbaru pada 28 Juni 1969. Putra dari Razif Halik Uno dan Mein R Uno ini memulai pendidikannya dari wilayah Jakarta Selatan. Dia SD di PSKD, SMP di SMPN 17 Jakarta, dan SMA di SMA Pangudi Luhur 1 Jakarta.

    Otaknya yang cerdas membawa dia kuliah di Wichita State University di Kansas, Amerika Serikat dan lulus dengan predikat Summa Cum Laude. Saat lulus, dia bekerja di Bank Summa milik William Soeryajaya.

    Prestasinya yang bagus di kantor membuat dirinya menerima beasiswa untuk kuliah di George Washington University Amerika Serikat. Dia lulus dengan IPK sempurna, 4.00.

    Setamat dari situ, Sandi merintis karier di Singapura di perusahaan investasi Sea Power Asia pada 1993. Dia diangkat menjadi Vice President  NTI Resources di Calgary, Kanada setelah 3 tahun bekerja. Ini membuat Sandi harus bolak balik Kanada – Singapura setiap dua bulan.

    Advertisement

    Titik terendah Sandi

    Cerita biografi Sandiaga Uno tidak lengkap tanpa cerita tentang kegagalannya. Saat sedang bekerja di Kanada, Sandi harus menerima kondisi pahit karena pada 1997, krisis moneter terjadi di Asia Tenggara.

    Dari kondisi bergaji besar sampai tidak ada gaji sama sekali, Sandi harus memutar otak. Sandi bukannya tidak punya simpanan, hanya saja simpanannya sudah terlanjur dia investasikan. Sebagian dia pakai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Alhasil, dia dan keluarga sampai titik tidak punya lagi uang untuk sehari-hari. Sang istri pun harus menjual perhiasan.

    Setelah bertahan sekian lama, Sandi memtuskan pulang ke Tanah Air yang juga kondisinya masih tidak stabil. Di Jakarta, dia melamar kerja sampai ke 25 perusahaan. Tapi, tidak ada yang menerimanya.

    Kondisi ini membuat Sandi memikirkan kembali gagasan di masa lalunya untuk berdikari membangun perusahaan sendiri.

    Advertisement

    Memulai bisnis yang tidak mudah

    Dia lalu bertemu Rosan Roeslani yang juga baru kembali dari Eropa. Mereka berdua kemudian memulai bisnis jasa konsultasi keuangan bernama PT Republik Indonesia Funding.

    Namun, ternyata tak semudah itu. Kondisi krisis moneter jelas membuat hal ini tidak mudah. Sandi pun sampai merasa uang tercecer atau terselip di celana menjadi sebuah bak harta karun.

    BACA JUGA :  Udara Sangat Buruk, Presiden Jokowi Dorong Sistem Kerja Hibrida

    Kondisi mengenaskan Sandi ini pun juga diceritakan kembali di buku otobiografi Sandiaga Uno: Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas : One Way Ticket to Success (2017). Cerita ini dikisahkan oleh sahabatnya sejak SMA Rosan Roeslani.

    Saat itu, Sandi sedang berada di lift bersama Rosan. Sandi meminta tolong kepada Rosan untuk meminjaminya uang sebesar Rp 3 juta. Uang itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya.

    Rosan menjawab, dia tak punya uang sejumlah itu. Namun, ia hanya membuka dompetnya dan memberikan uang Rp 50 ribu kepadanya. Lucunya, awalnya Rosan justru juga ingin meminjam uang kepadanya.

    Advertisement

    Klien pertama dan berlanjut

    Namun, kegigihannya tidak menghentikan niat untuk terus maju. Akhirnya mereka mendapatkan klien pertama mereka, yaitu Jawa Pos Group. Kala itu Sandi harus menunggu CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan selama berjam-jam di lobi.

    Presentasi pun tidak lebih dari tiga menit. Beruntungnya, penawaran itu disetujui oleh Dahlan Iskan. Dari Jawa Pos Group, mereka kemudian medapatkan klien dari Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI).

    Sandi mengatakan, dari GKBI tidak dapat uang tapi dapat ruangan kantor di Wisma GKBI. Pada 2002, perusahaannya berganti nama menjadi PT Recapital Advisors. Dari jasa penasihat keuangan menjadi lebih luas di bidang underwriting, sekuritas, manajemen aset, hingga bank.

    Pada 1998, dia juga mendirikan perusahaan lain bersama Edwin Soeryadjaya mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi di sektor infrastruktur dan sumber daya alam.

    Sandiaga Uno berhasil mengembangkan bisnisnya dengan mengakuisisi berbagai perusahaan seperti PT Adaro Energy, PT Tower Bersama Infrastructure, PT Mitra Pinasthika Mustika, PT Provident Agro, dan lain-lain. Ia juga terlibat dalam berbagai organisasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), dan lain-lain.

    Advertisement

    Hingga pada akhirnya dia masuk ke jajaran orang terkaya nomor 29 di Indonesia versi Majalah Forbes. Menurut laporan LHKPN pada 2016, kekayaannya mencapai Rp 3,8 triliun. Inilah titik balik di biografi Sandiaga Uno.

    Biografi Sandiaga Uno di politik

    Sandiaga Uno mulai terjun ke dunia politik pada tahun 2015 dengan bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Pasangan ini berhasil memenangkan pilkada dengan perolehan suara sebesar 57,96%.

    BACA JUGA :  Karier Politik Prabowo Subianto, Sebenarnya dari Mana Awalnya?

    Sandiaga Uno menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dari tanggal 16 Oktober 2017 hingga 18 September 2018. Selama menjabat, ia fokus pada program-program seperti OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship), Kartu Jakarta Pintar Plus, Rumah DP Rp0, dan lain-lain.

    Namun, ia mengundurkan diri dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2019 oleh koalisi partai oposisi. Pasangan Prabowo-Sandi kalah dalam pemilu dengan perolehan suara sebesar 44,5% berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Meskipun sempat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), hasil pemilu tetap tidak berubah. Sandiaga Uno kemudian kembali ke dunia bisnis dan mengurus berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

    Advertisement
    Baca Juga: Biografi Erick Thohir, Berawal dari Pengusaha Kini Jadi Menteri

    Sandiaga Uno dan prestasinya

    Pada tanggal 23 Desember 2020, Sandiaga Uno diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada perombakan Kabinet Indonesia Maju.

    Ia menjadi salah satu menteri dari partai oposisi yang bergabung dengan pemerintahan. Sandiaga Uno bertugas untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

    Sandiaga Uno juga menjadi menteri yang fokus untuk membuat 10 Bali baru, sebuah program dari pemerintah untuk mengembangkan pariwisata. Salah satu yang terkenal adalah mendampingi pembuatan Sirkuit Internasional Mandalika beroperasi.

    Kini, yang terbaru, Sandiaga Uno berhasil memastikan investasi pariwisata dengan meresmikan beach club terbesar di dunia, yaitu Atlas Beach Forest. Di sini, menteri memastikan agar tenaga kerja juga menggunakan orang sekitar.

    Sandiaga Uno dikenal sebagai sosok yang visioner, inovatif, dan inspiratif. Ia memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi dan selalu berusaha memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia juga memiliki komitmen untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

    Advertisement
    Sumber : Wikipedia, Kompas.com, Wartaekonomi.co.id, Liputan6.com

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending