Connect with us

    NEWS

    PPP Berharap Sandiaga Uno Bisa Mengulang Sejarah Hamzah Haz

    Published

    on

    Sandiaga Uno

    IndoJurnal – PPP ingin mengulang sejarah kejayaan partai yang pernah ditorehkan oleh Hamzah Haz sebagai mantan Wakil Presiden RI lewat Menparekraf Sandiaga Uno.

    “Kita perjuangkan semoga kita bisa mengulang sejarah itu (Hamzah Haz) karena Sandiaga saat ini sudah menjadi kader PPP,” kata Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono di Banda Aceh pada Kamis (21/9/2023).

    Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Mardiono saat membuka kegiatan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Provinsi Aceh, di Banda Aceh.

    Mardiono mengatakan salah satu upaya mengulang sejarah kejayaan partai di tangan Hamzah Haz dulu dengan menjadikan Sandiaga Uno sebagai wakil presiden pada 2024.

    Dia menyatakan bahwa PPP sudah memiliki keputusan mengantarkan dan memperjuangkan Sandiaga Uno bisa menjadi calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024.

    Advertisement

    “Maka harus kita perjuangkan untuk menjadikan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Pak Ganjar Pranowo,” ujarnya.

    Sebelumnya pada Rabu (26/4/2023) Dewan Pimpinan Pusat PPP secara resmi memberikan dan mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

    Karena itu, ia mengingatkan seluruh kader PPP, terutama di Aceh senantiasa bersama-sama memperjuangkan cita-cita mengulang kejayaan di masa lalu itu.

    “PPP harus kembali memiliki harkat dan martabat seperti di masa lalu,” demikian Muhammad Mardiono.

    Prabowo Disarankan Pilih Yusril Ihza Mahendra

    Pakar Hukum Tata Negara dan Konstitusi Fahri Bachmid menyarankan bakal capres Prabowo Subianto, memilih sosok cawapres dari kalangan teknokrat.

    “Cawapres tidak lagi hanya diidentikkan sebagai figur, yang berfungsi untuk sekadar meningkatkan elektabilitas pemilu,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

    Advertisement

    Tetapi, kata akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, konsep yang ideal adalah calon presiden yang berani mengembalikan serta mendudukkan pranata wakil presiden, sesuai derajat konstitusionalnya berdasarkan UUD 1945.

    “Menentukan cawapres yang sesuai dengan kebutuhan negara, dan tidak semata-mata ”ban serep”, karena tugas konstitusional negara ke depan akan semakin kompleks, lebih berat dan menantang,” katanya.

    Dia menyarankan agar Prabowo memilih sosok cawapres yang teknokratis, seorang intelektual, cendikiawan yang menguasai aspek ketatanegaraan serta kepemerintahan.

    Menurut dia, secara konvensional praktik pengisian jabatan wapres dengan konsep ‘meritokrasi’ pernah terjadi dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia.

    Seperti Dwitunggal Soekarno-Hatta di mana Soekarno berperan sebagai “solidarity maker” di awal kemerdekaan dan Hatta berperan sebagai ‘administrator’ negara.

    Advertisement

    Dia mencontohkan sosok yang dapat dipertimbangkan Prabowo Subianto sebagai cawapres adalah Profesor Yusril Ihza Mahendra.

    Fahri menjelaskan Yusril seorang teknokratis sejati, yang dapat memainkan peran-peran konstitusionalnya sebagai wakil presiden.

    Yusril kata dia, akan fokus pada mengurus dan menata negara, membangun sistem yang kuat, menata birokrasi serta bagaimana membenahi mekanisme dan sistem ketatanegaraan yang ada saat ini.

    “Urusan yang demikian ini tentunya membutuhkan peran seorang wapres yang mumpuni, yang menguasai teknis hukum tata negara, membutuhkan seorang cendekiawan yang handal, agar konsolidasi demokrasi tetap berada pada rel yang benar,” jelasnya.

    Baca Berita IndoJurnal di Google News
    Advertisement

    Trending