Connect with us

    Politik

    Rekam Jejak Dinilai Akan Jadi Alasan Gen Z Pilih Ganjar Pranowo

    Published

    on

    IndoJurnal – Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai besarnya dukungan generasi Z terhadap Ganjar Pranowo karena Gen Z adalah kalangan yang mengedepankan rasional dalam memilih calon presiden.

    “Kami berterima kasih kepada mereka semua yang mengedepankan logika dan akal sehat dalam menentukan pilihannya. Generasi Z sangat rasional soal ini. Rekam jejak dan konsistensi sikap menjadi pertimbangan utama,” kata Hendrawan pada Jumat (7/10/2023).

    Hendrawan mengatakan Ganjar adalah sosok pemimpin sangat memahami solusi atas masalah yang banyak generasi Z hadapi.

    Program kerja yang akan Ganjar usung jika terpilih jadi presiden, sangat mementingkan isu yang terkait generasi Z.

    “Kesempatan kerja dan tata kelola yang baik dalam pelayanan publik merupakan hal-hal yang diprioritaskan oleh masyarakat,” ujarnya.

    Advertisement

    Menurut Hendrawan, Ganjar sudah memberikan bukti kerja nyata selama dua periode memimpin Provinsi Jawa Tengah. Ganjar bukan sosok yang tenggelam dalam retorika.

    “Ganjar lebih teruji secara psikologis dan kehidupan keluarganya harmonis. Psikologi calon penting untuk menilai tempramen dalam menghadapi situasi-situasi strategis,” ujar Hendrawan.

    Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan dukungan kalangan generasi Z kepada Ganjar Pranowo tertinggi dibandingkan capres Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

    Ganjar mendapatkan dukungan 31 persen dari kelompok usia 17-25 tahun.

    Survei tersebut juga merangkum tiga kriteria utama yang menjadi pertimbangan Gen Z dalam memilih calon presiden, yaitu tegas dan berwibawa (25,5 persen), kesederhanaan dan merakyat (24,8 persen), serta berprestasi sebagai pemimpin (19,2 persen).

    Advertisement

    Optimis Dukungan NU untuk Ganjar Pranowo

    Selain itu Ganjar Pranowo juga ditargetkan mampu meraih dukungan 2/3 warga Nahdlatul Ulama (NU) pada Pilpres 2024.

    BACA JUGA :  7 Rekomendasi Salep Alergi untuk Kulit Gatal, Tersedia di Apotek

    Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy mengemukakan hal itu terkait dengan kunjungan Ganjar yang menemui tokoh sekaligus kiai kharismatik K.H. Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Luhur Al- Tsaqafah, Jakarta pada Kamis (5/10/2023).

    Said Aqil merupakan mantan Ketua Umum PBNU.

    Pria yang akrab disapa Rommy di Jakarta, Jumat, menilai wajar apabila Ganjar sowan kepada tokoh-tokoh NU yang ada di struktural PBNU maupun kiai kultural, salah satunya K.H. Said Aqil.

    Sesuai dengan survei Litbang Kompas Mei 2023, kata dia, warga NU di Indonesia ada 61 persen. Sebagai capres, Ganjar memerlukan restu para ulama dan nasihat-nasihat objektif untuk memimpin Indonesia ke depan,” ujarnya.

    Rommy mengungkapkan bahwa kunjungan Ganjar ke beberapa tokoh NU karena ingin menarik lebih banyak kaum Nahdiyin mendukung mantan Gubernur Jateng tersebut pada Pilpres 2024.

    Advertisement

    Ia mengatakan bahwa NU adalah salah satu ormas pendiri republik ini yang tegas komitmen kebangsaannya.

    BACA JUGA :  Pahami Hukum Bergosip saat Puasa, Jaga Kualitas Ibadah

    Dengan strategi yang dijalankan, lanjut dia, ditargetkan sebanyak 2/3 warga NU akan dukung Ganjar pada Pilpres 2024.

    “Ganjar adalah keluarga besar PPP yang dilahirkan oleh NU. Oleh karena itu, kami menargetkan setidaknya dua pertiga warga NU bisa memilih Mas Ganjar. Apalagi, selama 5 tahun terakhir terbukti nyata duet harmonis dengan tokoh NU, yaitu Gus Yasin Maimoen Zubair,” katanya.

    Menurut dia, kunjungan Ganjar ke tokoh-tokoh NU bukan hanya baru-baru ini, melainkan sudah lama dilakukan.

    Rommy mencontohkan pada bulan Juli 2023, Ganjar berdiskusi dengan masyayikh NU di Pondok Pesanteren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

    Advertisement

    “Ini menunjukkan betapa Mas Ganjar sangat hormat kepada ulama,” jelasnya.

    Ia menilai Ganjar menyadari bahwa para ulama adalah tonggak moral penyangga sila pertama Pancasila, khususnya di tengah serangan budaya asing, kampanye LGBT berskala internasional, dan judi online.

    “Kepada para ulamalah, umara (penguasa) harus bersandar,” tegasnya.

    Baca Berita IndoJurnal di Google News

    Trending