Connect with us

    Berita

    Cawapres 2024: Erick Thohir vs Ridwan Kamil, Siapa Lebih Kuat?

    Published

    on

    Erick Thohir vs Ridwan Kamil

    IndoJurnal – Menteri BUMN, Erick Thohir dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) disebut-sebut menjadi sosok terkuat sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2024.

    Berdasarkan hasil Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Erick dan RK memperoleh suara responden masing-masing sebesar 14,8% dari simulasi 22 nama capres.

    Disusul Sandiaga Uno 12%, Mahfud MD 11,8%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 7,2%, dan Gibran Rakabuming 5,8%.

    Tersisa di bawah 5,8% secara berurutan ada Airlangga Hartarto, Khofifah Indar Parawansa, Andika Perkasa, Susi Pujiastuti, Puan Maharani, Gatot Nurmantyo, dan Sri Mulyani Indrawati.

    “Erick dan Ridwan Kamil dianggap paling pantas sebagai calon wakil presiden, masing-masing sekitar 14.8%,” tulis rilis Survei Indikator, dikutip pada Kamis (13/7/2023).

    Advertisement

    Meski kandidat cawapres dipersempit menjadi 18 nama, Erick dan RK tetap unggul dengan suara masing-masing di sekitar 15%. Kemudian diikuti Sandiaga Uno dan Mahfud MD sekitar 13%, serta AHY 5,6%. Sisanya di bawah 3%.

    Erick Thohir vs Ridwan Kamil

    Presiden Jokowi ketika didampingi Erick Thohir dan Ridwan Kamil.

    Kelebihan dari Erick Thohir

    Lantas, jika dua nama tersebut dikerucutkan sebagai cawapres terkuat pada pemilu 2024, siapa yang lebih layak mendampingi ketiga capres Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan?

    Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai bahwa, nama Erick Thohir dan Ridwan Kamil menjadi sosok terkuat sebagai pilihan cawapres 2024 nanti.

    Akan tetapi menurutnya, dari dua nama tersebut, Erick Thohir lebih berpotensi untuk menjadi cawapres terkuat untuk mendampingi ketiga capres.

    Bukan tanpa alasan, Ujang berpendapat bahwa posisi Erick saat ini lebih prestisius ketimbang Ridwan Kamil yang hanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

    Terlebih lagi, Erick sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo. Tak pelak, dukungan untuk dirinya maju sebagai cawapres sangat besar.

    Advertisement

    “Kalau soal potensial, ya Erick Thohir lah. Dia lebih banyak dekat dengan Jokowi dan juga sebagai menteri dia juga sudah dibawa kemana-mana didukung,” kata Ujang Komarudin kepada IndoJurnal.id pada Kamis (13/7/2023)

    “Jadi sebagai batasan dalam konsep itu, saya melihatnya kalau dibandingkan antara ET dan RK ya ET lah,” sambungnya.

    Di sisi lain, Ujang juga melihat bahwa secara kemampuan financial Erick Thohir lebih unggul jauh dibandingkan dengan Ridwan Kamil. Wajar saja, Erick adalah pengusaha sukses dan mantan pemilik klub raksasa Italia, inter Milan.

    “Erick Thohir paling tinggi kekuatan finansialnya dan ET juga menjabat Menteri BUMN dan begitu dekatnya dengan Jokowi,” ujarnya.

    Baca Juga: Badai Matahari Kian Mengancam, Kiamat Internet Benar Terjadi?

    Ridwan Kamil juga punya keunggulan

    Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan memprediksi, bahwa posisi Erick Thohir sebagai cawapres bakal menghadapi batu sandungan yang cukup besar.

    Advertisement

    Sebab, jika diukur dari kepentingan masing-masing politik, nama Ridwan Kamil lebih diunggulkan ketimbang Erick Thohir. Artinya begini, jika Ganjar ingin mendulang banyak suara di wilayah Jawa Barat, otomatis pasangan yang paling ideal adalah Ridwan Kamil.

    “Pertimbangan itu bisa menyebabkan tidak mudah untuk bagi Erick Thohir diterima sebagai cawapres Ganjar,” kata Djayadi.

    Setali tiga uang, pun demikian jika nama Erick Thohir diajukan sebagai pendamping Prabowo. Sebab, dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) sudah ada penegasan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2024.

    Terlebih lagi, Prabowo membutuhkan kemenangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan basis dari PKB.

    “Prabowo bisa menang di Jawa Timur kalau dibantu Cak Imin, karena partai Cak Imin sama kuat dengan PDIP di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

    Advertisement

    Menurut Djayadi, wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dianggap penting bagi Prabowo.

    “Untuk itu, sudah bisa dipastikan, cawapres yang bakal dipilihnya harus mampu mengurangi jarak kekalahannya dengan Ganjar,” tutupnya.

    Sumber: Berbagai Sumber

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending