Connect with us

    NEWS

    Berpeluang Batal Usung Anies Baswedan, Pertanda NasDem Salah Strategi?

    Published

    on

    NassDem

    IndoJurnal – Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti keputusan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh setelah mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

    Denny menyebut, Surya Paloh linglung dan NasDem bingung setelah mencalonkan Anies sebagai capres.

    Apalagi, dalam pertemuan ketua partai politik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Surya Paloh tidak mendapat undangan dari Jokowi.

    Sosok yang disebut sebagai pebisnis handal dan politisi senior oleh Denny. Menurutnya, urusan uang bukan menjadi persoalan Surya Paloh saat ini.

    Hanya saja, ia menduga jika Surya Paloh ingin menjadi king maker dalam kontestasi Pemilu 2024. mendatang.
    Saat ini, Surya disebut sedang berada di puncak karirnya dan bisa mendapatkan apapun yang diinginkan.

    Advertisement

    “Kecuali satu, menjadi king maker dalam perhelatan 5 tahun (Pemilu),” kata Denny dikutip dari YouTube Cokro TV, pada Minggu (14/5/2023).

    Menurut Denny, suksesnya PDI Pejuangan menjadi pemenang Pemilu dua kali berturut-turut hingga menguasai parlemen membuat Surya Paloh iri dan ingin melakukan hal serupa.

    Surya Paloh memiliki ambisi untuk membesarkan partainya sebesar PDI Perjuangan yang saat ini telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

    Denny Siregar menyebut, saat tensi politik antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo sedang tinggi, Surya Paloh disebut coba mengajak Ganjar agar mau disusung menjadi capres danri Partai NasDem.

    “Tapi Ganjar menolak dan tetap setia kepada PDIP. Kesal, Surya Paloh akhirnya mencalonkan Anies dan pada saat itu, hasil survei sedang tinggi-tingginya,” bebernya.

    Advertisement

    Setelah berhasil menjadi king maker dengan mengusung Anies, bukan berarti permasalahan selesai. Hasil survei Anies terus merosot dan saat ini justru di bawah Ganjar dan Prabowo.

    Hal tersebut disebut-sebut yang membuat Surya Paloh linglung. Apalagi, setelah mengusung Anies menjadi capres, bisa dibilang NasDem dan PDIP sedang head to head karena masing-masing memiliki calon presiden.

    BACA JUGA: Atalia Praratya Gabung Golkar, Ridwan Kamil: Memang Memiliki Kapasitas

    Denny menyebut jika Surya Paloh bigung untuk mencari cara ‘jualan’ Anies selain menjadi antitesa Jokowi.

    Nah di sinilah Denny mengatakan jika Surya Paloh sebagai pengusaha goyang karena harus mengamankan bisnisnya.

    Jika nantinya Anies kalah dalam Pemilu 2024, maka bisnis Surya Paloh bisa saja dikerjai oleh pemerintah hingga tidak bisa berkembang. Ia juga menyebut jika DNA Surya Paloh adalah DNA Golkar yang tidak bisa menajdi oposisi.

    Advertisement

    “Karena butuh pegangan supaya bisa hidup dan usaha,” ucap Denny.

    BACA JUGA: Dari Masa ke Masa, Pelatih Timnas Indonesia di Ajang SEA Games

    NasDem mungkin saja batal mengusung Anies Baswedan

    Hanya saja, Denny berpandangan, jika langkah Surya Paloh mengusung Anies bisa saja untuk mengamankannya dari partai lain.

    Atau dengan kata lain tidak ada partai politik yang bisa mengambil Anies Baswedan untuk maju menjadi capres di Pemilu 2024.

    Bahkan, ia juga menyebut jika bisa saja NasDem nantinya berpaling dan batal mengusung Anies. Tersisa PKS dan Demokrat yang saat ini sedang mengincar kursi cawapres mendampingi Anies.

    BACA JUGA: Singgung Anies Baswedan, Jubir PSI: Berhenti Gunakan Istilah Non-Pribumi!

    Tapi, hal tersebut sama saja sia-sia karena secara aturan Presidential Treshold tidak memenuhi syarat 20 persen. Jadi koalisi antara PKS dan Demokrat tidak bisa untuk mengusung calon presiden.

    Advertisement

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending