Connect with us

    Politik

    13 Pebulu Tangkis Indonesia yang Pernah Meraih Medali Emas Olimpiade

    Published

    on

    Emas Olimpiade

    IndoJurnal – Indonesia merupakan kontestan Olimpiade musim panas yang sudah mulai berpartisipasi sejak 1952 yang saat itu digelar di Helsinki, Finlandia.

    Sejak mengikuti Olimpiade, Indonesia sudah pernah merasakan medali emas. Menariknya, Indonesia selalu mendapatkan emas dari cabang bulu tangkis.

    Sepanjang keikutsertaannya di Olimpiade musim panas, Indonesia membawa pulang delapan medali emas yang di antaranya dari bulu tangkis.

    Tercatat ada 13 pebulu tangkis yang meraih medali emas Olimpiade. Masih terngiang bagi anak yang lahir 1980an, medali emas pertama Indonesia di Olimpiade didapat oleh Susi Susanti.

    Ganda putri Indonesia itu mendapatkan emas pada ajang Olimpiade 1992 Barcelona. Diikuti oleh Alan Budikusuma yang pada final berhadapan dengan sesama Indonesia, Ardy B Wiranata.

    Advertisement

    Nah, siapa lagi ya atlet yang berhasil membawa medali emas Olimpiade?

    Deretan atlet Indonesia peraih emas Olimpiade

    1. Susi Susanti (Olimpiade Barcelona 1992)

    Susi Susanti merupakan andalan Indonesia kala itu. Ia adalah ‘Srikandi’ bulu tangkis Tanah Air yang sangat diharapkan bisa meraih medali emas Olimpiade

    Perjalanannya ke final terbilang mulus. Namun di final, Susi mendapatkan perlawanan berat dari Bang Soon-hyun.

    Susi sempat kalah di gim pertama dengan 5-11, namun seterusnya, ia menang 11-5, 11-3 sekaligus menjadi atlet pertama Indonesia yang mendapat emas.

    2. Alan Budikusuma (Olimpiade Barcelona 1992)

    Suami dari Susi Susanti ini meraih emas setelah di final mengalahkan sesama Indonesia, Ardy B Wiranata. Perjalanan Alan ke final juga terbilang mulus.

    Advertisement

    Di final, Alan mengandaskan perlawanan sahabatnya itu dengan 15-2 dan 18-13. Alan menjadi orang Indonesia kedua yang mendapatkan emas Olimpiade.

    BACA JUGA :  Butuh Pinjaman Tunai Home Credit, Begini Proses Pengajuannya!
    3. Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Olimpiade Atlanta 1996)

    Tradisi emas berlanjut di Atlanda 1996. Kali ini buka dari nomor tunggal putra ataupun putri, tapi dari ganda putra. Pasangan Rexy/Ricky menjadi andalan Indonesia kala itu.

    Pada laga final yang sengit, Rexy/Ricky berhasil mengalahkan perlawanan sengit pasangan Malaysia, Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock 5-15, 15-13, 15-12.

    Pasangan ganda putra Indonesia itu pada akhirnya berhasil menjadi atlet ketiga Indonesia yang meraih emas Olimpiade.

    BACA JUGA: Dari Masa ke Masa, Pelatih Timnas Indonesia di Ajang SEA Games
    4. Candra Wijaya/Tony Gunawan (Olimpiade Sydney 2000)

    Tradisi emas dari ganda putra berlanjut. Pada Syndey 2000, pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya berhasil melanjutkan tradisi emas.

    Advertisement

    Sejak semifinal, bau-bau emas menang terasa. Di semifinal, Tony/Candra sudah mengalahkan andalan Korea Selatan, Hae Tae-kwon/Kim Dong-moon dua gim langsung.

    Di final, lagi-lagi Tony/Candra melawan pasangan Korea. Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung. Pertandingan sengit terjadi tapi Tony/Candra berhasil meraih emas, dengan skor 15-10, 15-9, 15-7.

    5. Taufik Hidayat (Olimpiade Athena 2004)

    Yunani adalah tempat para dewa-dewa dan Taufik Hidayat berhasil menjadi dewa di sana. Ya, Taufik berhasil meneruskan tradisi emas dengan mengalahkan bintang Korea Selatan, Shon Seung-mo.

    Taufik mendapat langkah mulus ke final. Ia menang atas pebulu tangkis Thailand Bonsal Ponsana dua gim langsung.

    Di final, ia juga mengalahkan Seung-mo dua gim, 15-8, 15-7. Langkah mudah ini tampaknya sudah direstui pada ‘Dewa’ Yunani.

    Advertisement
    BACA JUGA: Atalia Praratya Gabung Golkar, Ridwan Kamil: Memang Memiliki Kapasitas
    6. Markis Kido/Hendra Setiawan (Olimpiade Beijing 2008)

    Pasangan emas. Begitulah kira-kira headline banyak media kala itu karena berhasil mengembalikan tradisi emas dari ganda putra.

    BACA JUGA :  Pencetak Sejarah! Pasukan Timnas Indonesia saat Meraih Emas SEA Games 1991

    Hendra/Markis mendapat pertarungan berat sejak penyisihan dan semifinal. Di semifinal, mereka berhasil mengalahkan Lars Paaske/Jonas Rasmussen dari Denmark, 21-19, 21-17.

    Sementara di final, mereka mendapat perlawanan berat pula dari pasangan tuan rumah, Fu Haifeng/Cai Yun. Namun Hendra/Markis menang 12-21, 21-11, 21-16 sekaligus menyabet emas.

    7. Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (Olimpiade Rio de Janeiro 2016)

    Banyak yang mengira Indonesia akan puasa medali emas lagi di Olimpiade 2016. Tapi prediksi itu dipatahkan oleh ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad.

    Langkah pasangan tersebut terbilang mulus hingga semifinal dan final. Pada laga final, Liliyana/Tontowi menang atas pasangan Malaysia Chang Peng Soon/Goh Liu Ying dan berhasil mengembalikan emas Olimpide yang sempat absen di tahun 2012.

    Advertisement
    BACA JUGA: Singgung Anies Baswedan, Jubir PSI: Berhenti Gunakan Istilah Non-Pribumi!
    8. Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Olimpiade Tokyo 2020)

    Akhirnya sejarah tercipta. Ganda putri melengkapi perolehan emas dari cabor bulu tangkis. Adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang membuat sejarah.

    Greysia/Apriyani menang atas pasangan China Cheng Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-19, 19-15. Hasil tersebut sudah cukup membuat Indonesia mempertahankan medali emas dari cabor bulu tangkis.

    Follow Berita IndoJurnal di Google News

    Trending